Dalam penulisan atau penyajiannya, konten buku ini menyajikan sejarah masuk dan berkembangnya Islam di negara atau kawasan tersebut sejak awal secara singkat; fase perkembangan Islam di negara bangsa yang bersangkutan; dan kemudian diungkapkan konflik yang dialami dengan mengungkap latar belakang permasalahan, realitas konflik dan efek dari konflik terhadap kehidupan umat Islam di negerinya sendiri tersebut.
Buku ini awalnya adalah desertasi penulis yang mendeskripsikan sejarah sosial dan keagamaan di Aceh, terutama bidang tasawuf pada abad ke-20, mengungkapkan paradigma Teungku Abdullah Ujong Rimba tentang neo-sufisme atau sufisme ortodoks serta "Varian Antara" yang dapat memperluas kajian teoritis dalam studi tasawwuf, memanfaatkan teori dengan kategorisasi ortodoks dan heterodoks Martin van Brunissen. Kerangka teori yang digunakan meliputi teori keagamaan (diversity), perubahan (change) dan kesinambungan (continuity) melalui dimensi waktu.
Buku bahan ajar tentang filsafat sejarah dalam islam
Aceh, dalam sejarahnya yang panjang memiliki dinamika, pasang surut dan dikagumi oleh kawan dan lawan. Negeri yang berada di ujung Pulau Sumatera ini menurut komentar pengkaji, memiliki masyarakat yang unik, misalnya disebutkan heroik, berani, ulet, tanpa mengenal menyerah dan malah ada yang menyebutkan dengannya moorden. Julukan terakhir bermakna kegilaan, yang disebutkan oleh Jurnalis Belanda, RA. Kern.
Buku ini secara spesifik berisi tentang ranah ilmu-ilmu sosial dan humaniora yang berguna untuk kajian atau penulisan (penelitian), baik di Prodi Bahasa dan Sastra Arab (BSA), Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) maupun ilmu perpustakaan. Buku ini membahas mengenai ilmu sosial dan humaniora dalam pandangan Al-Quran, dimana diharapkan menjadi bacaan bagi mahasiswa dalam pengembangan keilmuan dan penelitian bagi dosen di Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UIN Ar-Raniry dan pecinta ilmu umumnya.